Jumat, 05 Desember 2014

Sistem Immun - Sistem Kekebalan Tubuh

SISTEM IMMUN - KEKEBALAN TUBUH SMA

Ini hanya sekedar mengetahui kerja sistem immun kita bagaimana , untuk menjawab pertanyaan UN SMA biologi no 23 yang pertanyaannya berhubungan dengan mekanisme immun , Untuk melengkapi bisa juga dengan browsing lewat search artikel di Blog ini juga immun . semoga berguna bagi semua

I.        Pengertian system imun:
Sistem imun adalah suatu susunan sel dan jaringan yang membentuk kekebalan terhadap infeksi / pathogen (penyebab penyakit).
II.      Fungsi system imun :
  1. Menangkal benda asing masuk ke dalam tubuh
  2. Menjaga keseimbangan komponen tubuh
  3. Mendeteksi dan menghancurkan sel yang abnormal
Pertahanan Tubuh
I.        Pertahanan alami (pertahanan bagian luar tubuh )
  1. Pertahanan fisik : dengan penghalang fisik  Eg : lapisan kulit terluar diselubungi keratin
  2. Pertahanan mekanik : dengan proses mekanik , Eg : penyaringan / filtrasi udara di saluran pernapasan lewat silia-silia
  3. Pertahanan kimia : dengan zat kimia yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme , Eg : enzim Lisozim à mengkatalis hidrolisis dinsing sel bakteri Terdapat pada : Mucus , Air mata , Keringat
  4. Pertahanan biologis  : dengan bantuan bakteri tak berbahaya yang berkompetisi dengan pathogen dalam mendapatkan makanan
II.      Pertahanan oleh sel darah putih (pertahanan dalam tubuh)
  1. Neutrofil                       :  Fagositosis 
  2. Eosinofil                        :  Reaksi alergi  
  3. Basofil                            :  Pengeluaran Histamin (Inflamasi)
  4. Monosit / Makrofag :  Fagositosis
  5. Limfosit B                     :  Berperan dalam Antibody-Mediated Immunity
  6. Limfosit T                      :  Berperan dalam Cell-Mediated Immunity        
Respon Imun
I.        Respon imun Non-spesifik :
Respon imun yang timbul terhadap jaringan yang rusak / terluka (terjadi pertama ketika pathogen masuk) 

Inflamasi : pembengkakan jaringan  Ciri ciri  :
  1. Timbul warna kemerahan
  2. Timbul panas
  3. Timbul rasa sakit
  4.  Timbul pembengkakan 
Fungsi : 
  1. Mencegah penyebaran
  2. Mempercepat pernyembuhan
  3. Memberi informasi bagi respon imun lain 
Fagositosis : proses penelanan pathogen oleh neutrofil / makrofag sebagai respon dari inflamasi
II.       
      Respon imun spesifik :
Respon yang melindungi tubuh dari serangan pathogen dan mencegah pertahanan tubuh menyerang diri sendiri. (Timbul bila respon imun non-spesifik tidak mampu melawan pathogen)

1. Antibody-Mediated Immunity : imunitas diperantarai antibody
  1. Respon : pengeluaran zat Antibodi
    Fungsi antibody :
  1. Menyebabkan aglutinasi pathogen
  2. Menstimulasi fagositosis
  3. Antitoksin dan mengendapkan toksin
  4. Mencegah pathogen melekat ke membrane sel Sel yang berperan : (Limfosit B) 
    1. Sel B plasma : mensekresikan antibody 
    2. Sel B memori : mengingat pathogen 
    3. Sel B pembelah : memperbanyak Sel B
    Respon imun pertama ketika penyerangan disebut respon imun primer, setelah kedua kali diserang dan Sel B memori masih mengingat pathogen itu dan mensekresikan antibody dengan banyak dan cepat maka disebut respon imun sekunder. ( lihat improvisasi ini )
 


 2. Cell-Mediated Immunity : imunitas diperantarai sel (sel darah putih) 

  Respon : Sel Limfosit T menyerang bakteri pathogen
Sel yang berperan : (Limfosit T)
  1. Sel T pembunuh : membunuh sel pathogen
  2. Sel T pembantu : mengontrol respon imun spesifik lainnya (Aktifasi sel B)
  3. Sel T memori : mengingat pathogen
  4. Sel T supresor : menurunkan & menghentikan respon imun tubuh; untuk mencegah imun merusak jaringan tubuh
Diagram Kerja Sistem Imun

 Kekebalan Tubuh
I.        Kekebalan Aktif : kekebalan yang timbul dari limfosit yang teraktivasi oleh antigen (bersifat selamanya)
1.       Alami : diperoleh dari tubuh sendiri
2.       Buatan : diperoleh dari luar tubuh
Eg : Vaksinasi
Vaksin dapat diperoleh dari :
a.       Mikroorganisme yang dimatikan
b.      Strain hidup yang tidak berbahaya
c.       Toksin yang dimodifikasi
d.      Antigen hasil isolasi
e.      Antigen hasil rekayasa 
II.      Kekebalan Pasif : kekebalan yang bersifat sementara
1.       Alami : diproduksi tubuh
Eg : ASI bagi bayi
2.       Buatan : diproduksi di luar tubuh
Eg : Serum
 Antibiotik
I.        Jenis :
  1. Antibiotik spektrum luas (dapat membunuh banyak bakteri)
  2. Antibiotic spektrum sempit (membunuh bakteri tertentu) 
Syarat antibiotic yang baik :
Toksisitas spesifik : membunuh bakteri pathogen tanpa merusak jaringan tubuhCara kerja :
  • Menghambat proses metabolisme bakteri.  

Zat Adiktif dan Psikotropik

Pengertian Zat Adiktif dan Psikotropika
Zat adiktif adalah bahan atau zat yang dapat menimbulkan kecanduan dan ketergantungan bagi pemakainya. Awalnya zat adiktif berasal dari tumbuh-tumbuhan, misalnya: daun tembakau (Tobacco sp.), daun ganja (Cannabis sativa), opium (Papaver somniferum) dan kokain (Erythroxylum coca). Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia telah dapat membuat berbagai jenis zat adiktif buatan dengan kemampuan yang sama dengan zat adiktif alami.

Psikotropika menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1997 adalah bahan atau zat baik alamiah maupun buatan yang bukan tergolong narkotika yang berkhasiat psikoaktif pada susunan saraf pusat. Yang dimaksud berkhasiat psikoaktif adalah memiliki sifat mempengaruhi otak dan perilaku sehingga menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku pemakainnya.



Sifat-Sifat Zat Adiktif dan Psikotropika
Zat adiktif dan psikotropika pada mulanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan medis. Seperti untuk pembiusan pasien dalam proses operasi. Namun, saat ini telah banyak penyalahgunaan terhadap zat adiktif dan psikotropika. Penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika ini membahayakan karena dapat merusak organ tubuh. Yang paling berbahaya adalah membuat si pemakainya kecanduan dan ketergantungan. Sifat atau efek yang ditimbulkan akibat penggunaan zat adiktif dan psikotropika adalah:
  1. Memberikan rangsangan pada susunan saraf pusat sehingga saraf pusat dipaksa untuk lebih aktif bekerja. Dampak yang terjadi pada pemakai adalah rusaknya sel-sel otak dan organ tubuh seperti hati, ginjal, paru-paru dan jantung. Dampak yang lebih parah adalah kelumpuhan, kemandulan dan impotensi.
  2. Mengurangi aktifitas susunan saraf pusat. Ilmu kedoketeran menggunakan zat ini untuk pasien yang kesulitan tidur.
  3. Menimbulkan halusinasi atau daya hayal bagi pemakainya. Bagi tubuh manusia dapat merusak daya ingat, kerusakan ginjal, menyebabkan kegilaan, kebingungan sampai kematian.


Macam-Macam Zat Adiktif dan Psikotropika
Zat adiktif dan psikotropika pada mulanya berasal dari tumbuh-tumbuhan, misalnya: daun tembakau (Tobacco sp.), daun ganja (Cannabis sativa), opium (Papaver somniferum) dan kokain (Erythroxylum coca). Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan manusia dapat membuat berbagai jenis zat adiktif dan psikotropika buatan yang memiliki kemampuan sama dengan zat alami. Beberapa contoh zat adiktif dan psikotropika adalah:
  1. Zat yang terkandung dalam rokok
  2. Alkohol
  3. Ekstasi
  4. Sabu-sabu
  5. Ganja
  6. Opium
  7. Kokain
  8. Morfin
  9. Heroin

Rokok
Peringatan tentang bahaya merokok sering kita dengar, bahkan pada kemasan rokok tertulis dengan jelas bahwa “rokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin”. Tetapi mengapa pengguna rokok masih saja tidak menghiraukannya? Sebatang rokok mengandung banyak sekali zat-zat berbahaya bagi tubuh manusia, antara lain:
  1. Nikotin, terdapat dalam tembakau, menaikkan tekanan darah dan mempercepat denyut jantung. Hal ini mengakibatkan jantung dipaksa bekerja lebih berat. Nikotin merupakan zat yang dapat menimbulkan efek kecanduan. Zat inilah yang menyebabkan perokok sulit menghentikan kebiasaan merokoknya.
  2. Karbon Monoksida (gas CO), merupakan gas yang lebih reaktif daripada oksigen. Sehingga apabila gas ini masuk ke dalam aliran darah maka gas tersebut lebih mudah berikatan dengan haemoglobin. Jika gas CO terhirup saat bernapas, darah menjadi kekurangan oksigen. Akibatnya, tubuh akan menjadi lemas.
  3. TAR, merupakan sisa pembakaran, berwarna hitam dan lengket, bersifat karsinogen yaitu dapat menimbulkan kanker. Tar yang mengenai gigi, jari dan kuku perokok akan mengakibatkan warna kuning kehitaman. Tar juga mengakibatkan penyakit tenggorokan dan pernapasan.
  4. Bahan-bahan kimia lain, lebih dari 4000 zat-zat lain terkandung dalam asap rokok. 43 zat diantaranya dapat menyebabkan penyakit kanker, diantaranya adalah aseton (bahan utama penghapus cat), amoniak (bahan pembersih lantai) dan hidrogen sianida (gas racun untuk eksekusi mati).
Bahaya rokok juga tidak hanya dirasakan oleh si perokok sendiri namun juga merugikan orang-orang disekitarnya. Ketika seseorang merokok, asap yang ditimbulkan akan terhirup oleh orang-orang disekitarnya. Orang-orang yang ikut menghisap asap rokok disebut dengan perokok pasif. Perokok pasif beresiko mendapat kanker paru-paru, serangan asma dan penyakit pernapasan yang lain. Tidak ada satu pun zat yang bermanfaat dalam sebatang rokok. Lebih banyak bahayanya daripada manfaat yang bisa didapat. Sebelum terlanjur, sebaikanya jangan sekali-kali untuk mencoba-coba.

Alkohol
Alkohol merupakan senyawa kimia yang dikenal dengan etanol. Alkohol dapat diperoleh melalui proses fermentasi berbagai jenis tumbuhan, misalnya anggur, singkong, dan ketan. Alkohol merupakan bahan kimia yang sangat bermanfaat di bidang kedokteran. Pemanfaatan alkohol diantaranya adalah sebagai pelarut obat, pembersih luka, membunuh mikroorganisme dan lain-lain. Penyalahgunaan dalam mengkonsumsi alkohol dapat menyebakan seseorang menjadi emosional (sedih, senang, marah secara berlebihan). Konsumsi yang berlebihan mengakibatkan seseorang mabuk, tidak sadarkan diri bahkan kematian. Timbulnya gangguan ini karena reaksi langsung alkohol pada sel-sel saraf pusat (otak).
  1. Konsumsi alkohol dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan:
  2. Kerusakan pada hati dan jantung
  3. Koordinasi gerak terganggu
  4. Kemandulan Pada pria mengakibatkan impotensi
  5. Pada wanita hamil mengakibatkan pertumbuhan janin tidak sempurna atau bayi akan lahir dengan cacat
  6. Kemunduran daya ingat/kesadaran
  7. Gangguan jiwa


Ekstasi
Ekstasi merupakan salah satu golongan psikotropika berbentuk kapsul atau tablet. Kandungan yang terdapat dalam ekstasi adalah amfetamin. Akibat yang tampak saat penyalahgunaan ekstasi adalah perasaan “fly”, sehingga orang tersebut menjadi hiperaktif, berkeringat, pusing, gemetar, detak jantung cepat dan kehilangan nafsu makan. Penggunaan dalam jangka waktu lama menyebabkan kerusakan saraf otak, gangguan daya ingat, dehidrasi, kurang gizi dan kelambanan gerakan anggota tubuh.


Sabu - sabu
Sabu-sabu memiliki nama asli methamfetamin. Sabu-sabu berbentuk kristal, berwarna putih dan tidak berbau. Awalnya digunakan untuk tujuan penelitian ilmu pengetahuan dan digunakan dalam terapi orang yang mengalami gangguan jiwa. Namun, mempunyai potensi kuat menyebabkan ketergantungan. Oleh karenanya penggunaan tanpa resep dokter sangat dilarang. Gejala yang tampak saat penyalahgunaan psikotropika jenis ini adalah malas makan, tekanan darah tinggi, detak jantung sangat cepat, selalu merasa ketakutan dan pingsan karena terlalu lelah.
Penggunaan dalam waktu lama dan banyak menyebabkan kerusakan saraf otak, kerusakan jantung, paranoid sampai menjadi gila dan akhirnya kematian.


Ganja
Ganja secara tradisional digunakan sebagai penyedap masakan oleh beberapa golongan masyarakat Indonesia. Tanaman ini banyak tumbuh secara liar di kebun atau ladang di daerah Sumatra. Ganja berasal dari daun tumbuhan Cannabis sativa. Daun ganja mengandung zat THC (tetra hydrocannabinol) yang merupakan faktor utama penyebab halusinasi. Kadar tertinggi terdapat pada pucuk tanaman. Pemakaian ganja secara terus menerus dan terlalu banyak mengakibatkan ketergantungan dan berakibat melemahnya daya ingat, tidak tenang, tidak bergairah, sensitif, merusak jantung, paru-paru dan hati serta menyebabkan schizophrenia (penyakit mental/gangguan jiwa).


Opium
Opium berasal dari getah tumbuhan Papaver somniferum. Opium kemudian diolah menjadi morfin dan kodein. Saat ini, berbagai opium sintesis dengan sengaja dibuat, diantaranya adalah heroin. Produksi opium pada awalnya bertujuan untuk pembuatan berbagai obat penghilang rasa sakit dan nyeri (obat analgesik). Penyalahgunaan opium dapat mempengaruhi perubahan fisik dan mental. Susunan saraf menjadi rusak dan otak tidak dapat bekerja dengan normal.


Kokain
Kokain berbentuk bubuk berwarna putih, tidak berbau, terasa pahit dan mudah menyerap air dari udara. Zat ini dihasilkan dari getah tumbuhan Coca (Erythroxylon coca). Pada mulanya dunia kedokteran menggunakan kokain sebagai obat bius lokal (anestesi). Saat ini produksi kokain secara legal untuk obat-obatan telah dilarang. Kokain memiliki efek negatif bagi pemakainya karena menimbulkan efek halusinasi dan mimpi buruk. Pengkonsumsian kokain dapat meningkatkan denyut nadi dan tekanan darah, kecemasan yang berlebihan, jika pengaruh kokain berkurang tubuh akan melemah.


Morfin
Morfin merupakan salah satu alkaloid yang terdapat dalam getah candu mentah, diperoleh melalui proses kimiawi. Morfin tergolong dalam opioda alami, berupa kristal putih atau berbentuk serbuk halus putih adapula dalam bentuk cairan yang berwarna, tidak berbau, rasanya pahit. Cara kerja morfin dalam tubuh adalah dengan menekan pusat pernapasan. Pemakai yang overdosis akan mengalami gangguan pernapasan yang fatal. Penyalahgunaan morfin mengakibatkan ketergantungan, pada wanita mengganggu siklus menstruasi, pada pria mengakibatkan impotensi, menyebabkan sembelit dan kematian.


Heroin
Heroin atau putauw diperoleh melalui proses kimia terhadap morfin. Heroin digolongkan dalam opium semisintesis. Heroin berbentuk serbuk berwarna putih, sering pula dijumpai dalam berbagai warna. Baunya seperti cuka dan terasa pahit. Heroin merupakan zat psikoaktif (zat yang dapat mempengaruhi mental dan tingkah laku seseorang). Heroin dilarang dalam dunia pengobatan. Gejala awal penggunaan heroin adalah rasa mual, pupil mata mengecil, hidung gatal, nafas berat dan melemah dan tubuh malas bergerak. Pemakaian dalam dosis yang tinggi dapat mengakibatkan kematian. Pecandu heroin tidak segan untuk melukai dirinya sendiri dengan cara menyayat pergelangan tangannya jika tidak memperoleh zat tersebut.



Pengaruh dan Bahaya Penyalahgunaan Zat Adiktif dan Psikotropika
Zat adiktif dan psikotropika merupakan bahan yang sangat diperlukan di bidang kedokteran. Misalnya morfin sebagai penawar rasa sakit pada saat operasi, alkohol sebagai antiseptik, kokain sebagai obat perangsang dan lain-lain. Obat-obatan tersebut tidak bisa digunakan secara sembarangan, harus sesuai dengan aturan dan di bawah pengawasan dokter. Karenanya obat-obatan tersebut tidak diperjualbelikan secara bebas. Pemakaian obat-oabatan untuk diri sendiri tanpa indikasi dan tidak bertujuan pengobatan disebut penyalahgunaan zat (drug abuse). Penyalahgunaan tersebut dapat menimbulkan ketergantungam, keracunan bahkan kematian. Kerugian yang diakibatkannya juga melibatkan orang lain dan dapat mengganggu ketertiban umum.
Dampak negatif yang paling berbahaya dari penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika adalah efek ketagihan. Efek ini seringkali memicu seorang pecandu untuk melakukan tindak kejahatan agar mendapatkan zat adiktif dan psikotropika yang dibutuhkannya.
Dampak yang paling mengerikan ketika seorang pecandu tidak mendapatkan zat yang dibutuhkannya sehingga harus mengehentikan pemakaian secara mendadak adalah efek sakaw. Dalam dunia kedokteran disebut abstinentia withdrawal syndrome. Pecandu akan merasa sangat sakit dan menderita, apabila kondisi seperti itu berlanjut akan berujung pada kematian.

Sistem Reproduksi Pada manusia

Alat Reproduksi Manusia

Alat reproduksi pada pria

Organ reproduksi pria
  • Alat reproduksi bagian luar (Genetalia eksterna)
    • Penis, merupakan alat kopulasi yaitu untuk menyalurkan sperma ke dalam vagina.
    • Skrotum (kantong testis), berfungsi melindungi testis dan mengatur suhu bagi pembentukan sperma.
    • Lubang uretra, tempat keluarnya urine dan sperma.
  • Alat reproduksi bagian dalam (Genetalia interna)
    • Sepasang testis, tempat pembentukan sperma dan hormon testosteron.
    • Epididimis, merupakan saluran sperma. Berfungsi juga sebagai tempat pematangan sperma.
    • Vas deferens, merupakan saluran sperma menuju ke uretra.
    • Vesikula seminalis (kantong sperma), merupakan tempat penampungan sperma.
    • Saluran uretra, adalah saluran bersama antara urine dan sperma.

 Alat reproduksi pada wanita

Organ reproduksi wanita
  • Alat reproduksi bagian luar (Genetalia eksterna)
    • Celah (vulva), terbentuk oleh dua bibir besar (labium mayora) pada bagian luar, dan dua bibir kecil (labium minora) pada bagian dalam.
    • Kelentit (klitoris), jaringan erektil yang memiliki struktur seperti penis pada pria.
    • Lubang uretra, merupakan lubang kencing.
  • Alat reproduksi bagian dalam (Genetalia interna)
  • Organ reproduksi wanita
    • Sepasang indung telur (ovarium), merupakan tempat pembentukan sel telur (ovum) dan hormon reproduksi (estrogen danprogesteron).
    • Sepasang saluran telur (oviduk) atau tuba fallopiiyang menyalurkan telur dari ovarium menuju uterus. Oviduk juga merupakan tempat terjadinya pembuahan (fertilisasi).
    • Rahim (uterus), tempat pertumbuhan embrio.
    • Leher rahim (cervix).
    • Liang peranakan (vagina), tempat masuknya sperma dan keluarnya bayi saat melahirkan.
    • Selaput dara (hymen).

Usia Subur

Sistem reproduksi pada manusia mulai terlihat jelas pada saat usia subur yaitu diawali pubertas, pada wanita ditandai peristiwa haid (menstruasi) yaitu keluarnya darah akibat dari meluruhnya selaput rahim (endometrium) disertai pecahnya pembuluh darah. Hal ini merupakan tanda wanita telah menghasilkan sel telur. Usia subur pada wanita berakhir ketika sudah tidak haid (menopause).
Tahap siklus menstruasi:
  1. Fase menstruasi, dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron.
  2. Fase pra ovulasi, dipengaruhi oleh hormon FSH.
  3. Fase ovulasi, dipengaruhi oleh hormon LSH.
  4. Fase pasca ovulasi, dipengaruhi oleh hormon progesteron.
Sedangkan usia subur pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah, yaitu keluarnya sperma pada waktu tidur karena terjadi rangsangan seksual dalam mimpinya. Usia subur pada laki-laki berlangsung sepanjang hayat.

Fertilisasi

Apabila sel telur bertemu dengan sperma pada tuba fallopii, maka akan terjadi pembuahan dan terbentuklah zigot. Zigot akan membelah menjadi 2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel dan terbentuklah kumpulan sel yang menyerupai bola. Jika dapat tertanam di dalam rahim akan menjadi embrio. Embrio tumbuh di dalam cairan amnion (air ketuban) yang dihasilkan oleh dinding amnion. Air ketuban berfungsi melindungi embrio dari guncangan, benturan, kekeringan, dan membantu persalinan. Embrio mendapatkan suplai makanan dan oksigen dari induknya dengan perantara plasenta dan tali pusat. Fungsi plasenta adalah sebagai berikut:
  1. Menyalurkan zat makanan dari induk ke embrio.
  2. Mengalirkan zat sampah dari embrio ke induk.
  3. Melindungi janin dari berbagai racun dan penyakit.
Masa kehamilan pada manusia berkisar 38 minggu (9 bulan 10 hari) dihitung dari masa pembuahan, namun ada yang dilahirkan secara prematur yaitu usia kandungan berkisar 7 bulan. Proses kelahiran bayi secara normal melalui vagina, namun ada yang melalui bedah caesar karena pinggul sempit atau karena posisi bayi sungsang atau melintang. Perkembangan embrio dalam rahim adalah sebagai berikut:
  1. Usia 4 minggu, mulai tampak mata dan telinga.
  2. Usia 8 minggu, mulai tampak tangan, jari tangan, hidung, dan kaki.
  3. Usia 10 minggu, sudah tampak sebagai bayi dengan kepala lebih besar dari badan.
  4. Usia 16 minggu, tampak organ sudah lengkap.
  5. Usia 38 minggu, sudah siap dilahirkan.

Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia

Penyakit Tidak Menular

  • Kanker leher rahim dan kanker rahim
  • Kista
  • Kanker prostat (pada pria)
  • Impoten (lemah syahwat)

Penyakit Menular

  • Sifilis, disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
  • Gonorhoe (GO/kencing nanah) disebabkan oleh bakteri Neisheria gonorhoe.
  • Keputihan, disebabkan oleh Trichomonas vaginalis yaitu hewan protozoa sejenis flagellata

Cara mencegah penyakit kelamin adalah sebagai berikut:

  • Menjaga kebersihan organ reproduksi (kewanitaan): membasuh dari arah depan ke belakang, membasuh dengan air daun sirih, sesering mungkin mengganti pakaian dalam, memilih bahan pakaian dalam terbuat dari katun untuk mengurangi kelembaban.
  • Menjauhkan diri dari perbuatan zina (suka berganti pasangan) baik ditempat pelacuran maupun dengan pasangan selingkuh.
  • Himbauan bagi para pezina untuk selalu memakai pelindung (kondom) bagi kaum prianya.

AIDS

AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) bukan merupakan penyakit pada sistem reproduksi, namun AIDS dapat disebabkan karena adanya hubungan seksual oleh penderita AIDS. AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit karena turunnya sistem kekebalan tubuh. Penyebab AIDS adalah virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Sampai sekarang belum ditemukan vaksin yang bisa mencegah seseorang tidak terinfeksi HIV. Jadi begitu seseorang terkena HIV, virus terus berada di dalam tubuh seseorang dan melemahkan sistem pertahanan tubuh (sel darah putih). Jika pertahanan tubuh sudah lemah, orang akan mudah diserang oleh berbagai macam penyakit. Penyakit-penyakit inilah yang dapat menyebabkan kematian.
Beberapa perilaku yang beresiko menularkan AIDS antara lain:
  • Hubungan seks dengan penderita AIDS
  • Menerima transfusi darah yang sudah tercemar HIV
  • Penggunaan jarum tindik atau pembuatan tato yang sudah tercemar HIV
  • Penggunaan jarum suntik yang sudah tercemar HIV
  • Ibu hamil yang terinfeksi HIV secara otomatis menularkan HIV pada bayi yang dikandung

Sel

1. Pengertian Sel

Sel adalah unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Kata sel itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke (1635 – 1703) yang berarti kotak-kotak kosong, setelah ia mengamati sayatan gabus dengan mikroskop. Selanjutnya disimpulkan bahwa sel terdiri dari kesatuan zat yang dinamakan protoplasma.
Istilah protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes Purkinje. Menurut Johannes Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu sitoplasma dan nukleoplasma. Schwaan dan Schleiden (1838), menyatakan bahwa tumbuhan dan hewan mempunyai persamaan, yaitu tubuhnya tersusun oleh sel-sel. Selanjutnya, teori tersebut dikembangkan menjadi suatu teori sebagai berikut:
  1. Sel adalah satuan struktural terkecil organisme hidup.
  2. Sel merupakan satuan fungsional terkecil organisme hidup.
  3. Sel berasal dari sel dan organisme tersusun oleh sel.

2. Struktur Sel

Sel terdiri dari 3 bagian utama yaitu membran sel, inti sel, dan sitoplasma:

2.1. Membran Sel / Membran Plasma

Membran sel adalah selaput yang terletak paling luar dan tersusun dari senyawa kimia lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau lipid dengan senyawa protein). Membran sel disebut juga membran plasma atau selaput plasma. Fungsi dari membran sel ini adalah sebagai pintu gerbang yang dilalui zat, baik menuju atau meninggalkan sel.

2.2. Inti Sel (Nukleus)

Inti sel bertugas mengontrol kegiatan yang terjadi di sitoplasma. Fungsi dari inti sel adalah mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel, karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi DNA untuk mengatur sintesis protein. Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu:
  1. Selaput inti (karioteka)
  2. Nukleoplasma (kariolimfa)
  3. Kromatin / kromosom
  4. Nukleous (anak inti)

2.3. Sitoplasma dan Organel Sel

Sitoplasma adalah bagian yang cair dalam sel. Khusus untuk cairan yang beradal dalam inti sel dinamakan nukleoplasma. Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%). Berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kimia sel. Organel sel adalah benda-benda yang terdapat dalam sitoplasma dan bersifat hidup serta menjalankan fungsi-fungsi kehidupan.
  1. Ribosom (ergastoplasma) adalah organel sel terkecil di dalam sel. Fungsi dari ribosom adalah sebagai tempat sintesis protein.
  2. Retikulum endoplasma (RE) adalah struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel. Dikenal dua jenis retikulum endoplasma, yaitu: (1) Retikulum endoplasma granuler (retikulum endoplasma kasar). RE kasar tampak kasar karena ribosom menonjol di permukaan sitoplasmik membrane; (2) Retikulum endoplasma agranuler (retikulum endoplasma halus). RE halus diberi nama demikian karena permukaan sitoplasma tidak mempunyai ribosom.
  3. Mitokondria (the power house). Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak energi ATP. Secara garis besar, tahap respirasi pada tumbuhan dan hewan melewati jalur yang sama, yang dikenal sebagai daur atau siklus Krebs yang berlangsung di dalam mitokondria.
  4. Lisosom. Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler.
  5. Badan golgi (aparatus golgi/diktiosom) berhubungan dengan fungsi menyortir dan mengirim produk sel. Badan golgi berperan penting dalam sel-sel yang secara aktif terlibat dalam sekresi. Muka cis berfungsi sebagai penerima vesikula transpor dari RE. Muka trans berfungsi mengirim vesikula transpor. Vesikula transpor adalah bentuk transfer dari protein yang disintesis RE.
  6. Sentrosom (sentriol) berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel baik mitosis maupun meiosis.
  7. Plastida berperan dalam fotosintesis. Plastida adalah bagian dari sel yang bisa ditemui pada alga dan tumbuhan (kingdom plantae). Dikenal tiga jenis plastida, yaitu: (1) Leukoplas: berwarna putih berfungsi sebagai penyimpanan makanan; (2) Kloroplas: plastida berwarna hijau, berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis; (3) Kromoplas: plastida yang mengandung pigmen.
  8. Vakuola (rongga sel) berisi: garam-garam organik, glikosida, tanin (zat penyamak), minyak eteris (misalnya jasmine pada melati, roseine pada mawar, zingiberine pada jahe), alkaloid (misalnya kafein, kinin, nikotin, likopersin, dll), enzim, dan butir-butir pati.
  9. Mikrotubulus berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai rangka sel. Selain itu, mikrotubulus berguna dalam pembentukan sentriol, agela, dan silia.
  10. Mikro lamen terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikro lamen berperan dalam pergerakan sel.
  11. Peroksisom (badan mikro) senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidae dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).

3. Macam-Macam Sel

Berdasarkan ada tidaknya dinding / selaput inti, maka sel dibedakan menjadi dua yaitu: struktur sel prokariotik dan struktur sel eukariotik.
Perbedaan struktur sel prokariotik dan struktur eukariotik.
Bagian Sel
Prokariot
Eukariot
Inti sel Tanpa membran/selaput disebut nukleoid Selaput inti ada, disebut inti sel (nukleus)
Penutup sel Berupa kapsul (fungsi berbeda dengan dinding sel pada tumbuhan) Tidak ada pada hewan, pada tumbuhan ada dinding sel
Retikulum endoplasma Tidak ada Ada
Badan golgi Tidak ada Ada
Mitokondria Tidak ada Ada
Lisosom sentriol Tidak ada Ada
Ribosom Ada pada sitoplasma Ada (pada sitoplasma dan retikulum endoplasma)
DNA (bahan gen) Berbentuk cincin bercampur dengan sitoplasma Berbentuk pita spiral ganda (double helix) terdapat pada inti, mitokondria, dan kloroplas (pada tumbuhan)
Perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan
Ada dua macam sel eukariotik yang mempunyai materi penyusun relatif berbeda, yaitu sel hewan dan sel tumbuhan.
Komponen
Sel Tumbuhan
Sel Hewan
Ukuran Sel tumbuhan lebih besar daripada sel hewan Sel hewan lebih kecil daripada sel tumbuhan
Bentuk Tetap Tidak tetap
Dinding sel Ada Tidak tetap
Plastid Ada Tidak tetap
Lisosom Tidak ada Ada (untuk pencernaan makanan secara pinositosis/fagositosis)
Sentrida Tidak ada Ada
Badan golgi Duktiosom Badan golgi
Vakuola Pada sel muda kecil dan banyak, pada sel dewasa tunggal dan besar Tidak mempunyai vakuola, walaupun terkadang beberapa sel hewan uniseluler memiliki vakuola yang berukuran kecil baik pada sel muda maupun sel dewasa
Flagella / sillia Tidak ada Ada tetapi tidak semua
Klorofil Ada Tidak ada

4. Transpor Molekul melalui Membran

  1. Transpor pasif adalah transpor yang tidak memerluka energi, meliputi (a) Difusi: perpindahan zat (padat, cair, dan gas) dari larutan konsentrasi tinggi (hipertonis) ke larutan dengan konsentrasi rendah (hipotenis), setiap zat akan berdifusi menuruni gradien konsentrasinya, hasil dari difusi adalah konsentrasi yang sama antara larutan tersebut dinamakan isotonis. (b) Difusi terfasilitasi: melibatkan difusi dari molekul polar dan ion melewati membran dengan bantuan protein transport, protein transpor merupakan protein khusus yang menyediakan suatu ikatan baik bagi molekul yang sedang bergerak. (c) Osmosis: difusi air melalui selaput semipermeabel. Tekanan osmosis dapat diukur dengan suatu alat yang disebut osmometer.
  2. Transpor aktir adalah transpor yang melalui membran dengan melawan kecendrungan alami yaitu melawan gradien konsentrasi dengan menggunakan energi ATP. Pada transpor aktir diperlukan energi dari dalam sel untuk melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif primer dan sekunder: transpor aktir primer membutuhkan energi dalam bentuk ATP. Sedangkan transpor aktif sekunder memerlukan transpor yang tergantung pada potensial membran. Kedua jenis transpor tersebut saling berhubungan erat karena transpor aktir primer akan menciptakan potensial membran dan ini memungkinkan terjadinya transpor aktif sekunder.
  3. Endositosis dan Eksositosis; Ekositosis dapat diartikan, keluarnya zat dari dalam sel. Vesikel dari dalam sel berisi senyawa atau sisa metabolisme. Endositosis merupakan proses pemasukan zat dari luar sel ke dalam sel. Endositosis memiliki dua macam bentuk yaitu pinositosis dan fagositosis. Pinositosis merupakan proses pemasukan zat ke dalam ke dalam sel yang berupa cairan. Fagositosis (fago = makan) merupakan pemasukan zat padat atau sel lainnya ke dalam tubuh sel.

Jaringan Tumbuhan Dan Hewan

JARINGAN PADA TUMBUHAN
Struktur akar
Materi Biologi SMA - Jaringan Tumbuhan Hewan - Biologi xiA.Daerah diferensiasi terbagi :
- epidermis (rambut2 akar),
-korteks,
-endodermis,
-stele .
B.daerah pemanjangan
C.daerah pembelahan
D. kaliptra (tudung akar).

Macam akar :
1. Akar tunggang (dikotil, gymnospermae)
2. Akar serabut (monokotil)
3. Akar adventif (dr akar primer) contoh akar stek daun stek akar.
4. Akar gantung (nafas) contoh beringin .

#  Fungsi dari rambut2 akar adalah sebagai tempat berlangsungnya penyerapan air.
# Masuknya air kedalam rambut akar melalui dinding sel, selanjutnya menembus epidermis-korteks-endodermis, dan terakhir masuk ke dalam xylem.
# Perjalanan air menembus jaringan melalui plasmodesmata.
# Akar sebagai alat reproduksi :
1. Akar tinggal /rizoma (empon2).
2.Umbi akar (ketela rambat , wortel)

# Ciri2 jaringan epidermis: terdiri dari selapis sel, bentuk sel seperti balok, tidak berklorofil, tersusun rapat bisa mengalami perubahan menjadi stomata, trikoma (bulu), sel kipas, sel gabus.
# Ciri2 jaringan parenkim : sel tidak rata, selnya hidup, mempunyai banyak vakuola, ukuran sel besar, dinding sel tipis, mengandung banyak rongga2 antar sel.

# Berkas pengangkut terdapat pada tulang daun.

# Struktur meristem lateral : 1.cambium 2.gabus 3.floem sekunder 4.xylem vaskuler 5.cambium.
# Struktur batang dikotil : (dari luar ke dalam) cambium gabus, korteks, floem primer, floem sekunder, xylem sekunder,  xylem primer, cambium vaskuler.
# Lingkaran tahun yaitu lingkaran yang menunjukkan aktivias cambium pada saat melakukan aktivitas pembelahan dan saat tidak melakukan aktivitas.
# Struktur daun : bulu daun, epidermis, palisade, spons/bunga karang, epidermis bawah, stomata, floem, xylem.

# Sklerenkim
1.sklereid (sel batu)
2.serat (serabut) tersusun atas sel2 keras yang panjang dg kedua ujung meruncing yang berfungsi sebagai alat penyokong dan pelindung. Sel2 serabut dapat ditemukan pada serat kayu gymnospermae kulit kayu serat.

#Xylem.
A. xylem primer terbentuk karena pertumbuhan dan diferensiasi jaringan meristem(prokambium) pada ujung batang.
B. xylem sekunder terbentuk karena pertumbuhan cambium.

JARINGAN ORGAN DAN SISTEM ORGAN HEWAN
Jaringan :
1.Jaringan Epitelium
a. sel pipih
b. sel kubus
c. sel silindris
d. transisional

2.Jaringan Ikat
a. ikat longgar
b. ikat padat
c. ikat tulang
d. ikat darah
e. ikat lemak (adiposa)

3.Jaringan Otot
a. otot polos
b. otot lurik / rangka
c. otot jantung

4.Jaringan Saraf
a. saraf sadar
b. saraf tak sadar


Perbedaan jaringan dasar pada hewan
JaringanSelMatriks ekstraselulerFungsi utama
EpitelKumpulan sel bersegi banyakSedikitMelapisi permukaan atau rongga tubuh, sekresi bahan2 kelenjar
IkatBeberapa tipe sel yang menetap atau berpindah2Banyak sekaliPenyokong dan pelindung
OtotSel kontraktil yang memanjangCukup banyakSebagai sel aktif
sarafRangkaian tonjolan sel yang memanjangTidak adaMenyampaikan impuls atau rangsang saraf
Cirri dan sifat epitel :
-Disusun oleh sel2 dan molekul ekstraseluler berbentuk matriks yang berguna untuk mengikat jaringan dengan bagian dibawahnya
-Bentuk sel penyusun bervariasi bergantung pada fungsi dan letaknya
-Mempunyai sebuah permukaan yang tidak berhubungan dengan jaringan lain, sedangkan permukaan lainnya berhubungan dengan membrane dibawahnya
-Tidak terdapat material di antara sel2 penyusunnya
-Berfungsi sebagai penutup dan kelenjar
-Beberapa jenis epitel menunjukkan spesialisasi yaitu berupa tonjolan jaringan untuk memperluas permukaan, memindahkan partikel asing atau untuk pergerakan. Bentuk spesialisasi itu berupa mikrovili, stereosilia, silia dan flagella.


# berdasarkan struktur dan fungsi, epitel dibagi menjadi 2 :
1. epitel penutup
2. epitel kelenjar

#macam kelenjar air ludah :
a.parotis
b.sub maxilaris (terdapat di bawah rahang atas)
c.sub lingualis (terdapat di bawah lidah)


# Jaringan Otot
1.Otot Polos :
- sarcolema
- inti / nucleus
- sarcoplasma

2.Otot Lurik :
- inti / nucleus
- garis garis terang (isotrop )
- garis garis gelap ( anisotrop )
- myofibril

3.Otot Jantung
- inti / nucleus
- garis garis terang (isotrop )
- garis garis gelap ( anisotrop )
- myofibril

# Perbedaan
JaringanCiriFungsiLetak
PolosA. bentuk sel memanjang dg ujung meruncingB. berinti satu di tengahC. myofibril tidak berwarna (polos)
d. merupakan otot tak sadar (involunter)
e. reaksi terhadap rangsang lambat
a. melangsungkan gerakan di luar kehendak. Contoh : gerakan zat/makanan pada saluran pencernaanb. mengontrol diameter pembuluh darah dan biji mataSaluran pencernaan, pernapasan, pembuluh darah, pembuluh limfa
Lurika. bentuk sel silindris relative panjangb. inti banyak di tepic. serabut myofibril gelap dan terang
d. bekerja di bawah kehendak (volunter) dipengaruhi saraf pusat (otot sadar)
e. reaksi terhadap rangsang cepat
f. mudah lelah (ditandai tampak linu dan pegal)
a. alat gerak aktifb. berkonsentrasi secara cepat dan kuat untuk menggerakkan tulang dan tubuhMelekat pada rangka (tendon) 
Jantunga. bentuk sel silindris relativ panjangb. susunan seperti otot lurikc. inti satu/dua di tengah
d. bekerja tidak di bawah kehendak (involunter) dipengaruhi saraf otonom
e. kontraksi secara otomatis, teratur, tidak pernah lelah
f. reaksi lambat
Menyebabkan jantung menguncup dan mengembang sehingga darah terpompaDinding jantung

# Jaringan Saraf ( Neuron )
1. dendrit
2. sitoplasma
3. nukleus / inti
4. nodus ranvier
5. akson
6. sel schwan
7. percabangan akson

>selaput / selubung myelin adalah selaput yang membungkus akson.

>saraf simpatik bekerja mempercepat
>saraf parasimpatik bekerja memperlambat

# Jaringan Ikat
1. Sel terdiri dari :
- fibroblast
- kondroblas
- makrofag
- sel lemak (adiposa)
- leukosit
- osteoblas

2. Serabut terdiri dari :
- serabut kolagen (serabut putih )
- serabut elastin (serabut kuning )
- serabut reticulum ( selaput jala )